Contoh Cerpen

Aku dan seorang pria yang bernama Reza Samuel

 

“Saat terindah dalam hidupku adalah bersamamu, saat tersedih dalam hidupku adalah kehilanganmu” . Namanya Reza Samuel, cowok yang berusia sama dengan ku dan bertemu dengan ku ketika duduk di sekolah dasar kelas 6. Aku bertemu dengannya ketika ada pemindahan kelas dari kelas 6-b ke kelas 6-a. Sebelumnya aku tidak pernah mengenalnya, meskipun kami berada dalam satu sekolah.

Saat Pak guru menyebutkan nama “REZA SAMUEL” , dia pun memasuiki kelas dan memperkenalkan dirinya. Aku hanya bisa tercengang karena terpana oleh keindahan wajahnya, yang mungkin menurut teman-temanku biasa saja. Mungkin awalnya demikian, tapi dari pertemuan itu, aku mencoba untuk sering berbincang-bincang dengannya.

Suatu hari dikelas, guru IPS tidak bisa mengajar karna ada keperluan lain, dia meninggalkan tugas yang harus kami kerjakan. Semua teman-temanku malah asyik ngobrol dan cerita-cerita satu dengan yang lainnya. Untuk mengurangi kebisingan itu, aku menggunakan headset dan mengerjakan tugas, sambil mendengarkan musik.

Ketika aku sedang asyik mengerjakan tugas, tiba-tiba Reza datang dan duduk di sebelahku.

“lagi ngerjain apa?” ujar Reza

“ngerjain apa lagi, kalo bukan ngerjain IPS?” jawabku sinis

Awalnya aku mau cuekin dia, karena dia menjadi salah satu orang yang mengganggu keasyikanku.

“gua boleh liat ga ?”

Kalimat dia yang bikin aku jadi menatap dia. Walaupun aku baru kenal dia, akhirnya aku membiarkan dia untuk melihat tugas ku. Dalam hati sebenarnya aku tidak mau, tapi karna aku ingin berbicara banyak dengannya, ya sudah aku bolehkan saja.

“boleh kok, nih” jawab ku tersenyum

“oke makasih, oh iya nama lu siapa ?”

“gua Dinda Rahmawati, lu bisa panggil gua Dinda”

“gua Reza”

“hahaha, iyah udah tau” jawab ku tertawa

“thanks yah udah bolehin gua liat tugas lu”

Aku hanya senyum manggut-manggut. Akhirnya kita cerita-cerita. Aku jadi tau banyak hal tentang dia.

“nih, udah selesai, makasih yah”

Aku terdiam dan dia pindah ketempat duduknya. Tidak lama kemudian bel berbunyi. Bukan urusan ku apa lagi yang akan dia lakukan, yang pasti hari itu menjadi hari perkenalan kita.

 

3 bulan kemudian…

Banyak hal yang sudah aku lakukan bersama teman ku si Reza Samuel, mulai dari tentang kegiatan sekolah sampai kegiatan diluar sekolah. Dan tanpa ku sadari, aku mulai menyukai dirinya, tingkahnya, senyumnya, tawanya, dan wajahnya. Aku suka semua caranya, dan yang ada dipikiranku kalau ini hanya rasa suka biasa, karna aku masih terlalu kecil untuk mengerti hal ini.

Detik-detik untuk Ujian Nasional SD pun sudah tidak lama lagi. Suatu hari, ketika aku mau berangkat PM (Pendalaman Materi), ada seorang laki-laki tengah duduk sendiri di depan rumahku.

“hmm” aku berusaha menyadarkan diriku. Dan ternyata pria itu ada lah Reza Samuel

“eh…” sahutnya yang juga tampaknya terkejut melihatku. Perlahan ia tersenyum dan menawariku untuk berangkat bersamanya.

“berangkat bareng yuk?”

“tumben?”

“iya, habis gua bosan kalau harus berangkat sendiri”

“oh gitu, ya udah gak apa-apa. Ayo berangkat”

Kami pun berangkat bersama ke sekolah. Sekolah kami mengadakan PM pada malam hari, dan ini membuat ku sedikit tidak nyaman. Jadi setiap pulang aku akan meminta ayah untuk menjemputku.

 

Setelah selesai PM….

“pulangnya bareng lagi yah ?” ujar Reza tiba-tiba

“wah, ga bisa za, aku dijemput ayah.”

“oh gitu , ya udah, gak apa-apa deh” jawabnya cemberut

“hahaha, jangan cemberut juga kali” sahutku sambil menyikut badannya. Dia pun tersenyum.

“itu ayahku, bye sampai ketemu besok yah”

“okeh, hati-hati yah” sahutnya tersenyum.

Aku sedikit merasa tidak enak, karna meninggalkannya pulang sendiri. Padahal ketika berangkat kami pergi bersama-sama. Tapi apa boleh buat kalau ternyata aku memang harus dijemput ayah.

Semakin hari, aku dan teman-teman sibuk mempersiapkan Ujian Nasional. Sampai pada hari Ujian Nasional berakhir dan akhirnya aku dan teman-teman harus berpisah. Aku memasuki SMP Negeri yang tidak jauh dari rumahku. Sementara dengan Reza aku tidak tahu keberadaannya, karna dia tidak memberitahuku sekolah yang dia tuju. Sebelumnya juga, kami sudah jarang berkomunikasi, entah kenapa, aku pun tidak mengerti.

 

3 tahun kemudian…..

Masa sekolah ku di SMP sudah berakhir dan aku harus memasuki sekolah yang baru. Sekolah yang aku pilih adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ada hal yang membuat ku tertarik untuk memilih sekolah tersebut.

Pagi yang cerah tepatnya hari senin, seperti biasa aku dan adikku berangkat sekolah bersama diantar oleh ayah. Kami berangkat lebi pagi dari biasanya. Di perjalanan tanpa sengaja aku melihat seorang pria, yang sepertinya pernah aku kenal. Pria itu pun melihat ku seperti apa yang ku rasakan. Hanya ada keheranan dan ingatan-ingatan yang berusaha aku ulang lagi tentang siapa pria itu.

Hatiku bertanya-tanya dan mengingat wajah yang dulu pernah aku kenal. Tiba-tiba saja aku teringat kepada Reza Samuel. Tapi aku sempat berfikir bahwa itu bukan dia. Karna perubahannya terlalu banyak. Orang yang baru saja aku lihat terlihat tinggi dan tampan. Hanya saja wajahnya mirip sekali dengan Reza. Segera aku melupakan ingatan itu karna aku sudah sampai disekolah.

“salim yah” ujarku pada ayah

“hati-hati yah nanti pulangnya” sahut ayah

“oke ayah. Hati-hati juga yah”

Aku pun segera masuk. Setiap hari aku melakukan banyak kegiatan disekolah ku yang baru, aku sudah tidak memikirkan lagi orang yang dulu pernah aku lihat. Tapi setiap kali aku berangkat sekolah aku selalu bertemu dengannya, aku berfikir bahwa pria itu tinggal di daerah tersebut.

Suatu hari, ketika sedang libur sekolah aku pergi kerumah teman sekelasku untuk mengerjakan tugas kelompok bersama teman yang lainnya. Ketika sedang asyik mengerjakan tugas, salah seorang teman mengilangkan konsentrasiku.

“hey, liat keluar deh”

“kenapa?” sahutku

“itu, cowo itu dari tadi ngeliatin lu terus, kayanya dia kenal elu deh”

“hah? Yang mana?” aku berusaha melihat

“ih, itu kan orang yang sering gua liat kalo berangkat sekolah” ujar ku lagi

“yang benar? Dia kenal lu kali?”

“ah, ga tau deh” sahutku

Di sela-sela kesibukan ku untuk mengerjakan tugas, aku berusaha melirik pria itu, dan penglihatanku meyakinkan bahwa dia adalah Reza Samuel teman SD ku dulu. Tapi kenapa dia tidak menyapa ku ? kenapa dia hanya melihat ku saja? Apa mungkin dia lupa dengan wajahku ? segelintir pertanyaan tersebut sering muncul dipikiranku jika melihatnya.

Karena penasaran aku mencari tau dia lewat Facebook dengan mengetik nama aslinya (Reza Samuel). Tiba-tiba saja rasa gembira yang tak terduga hadir, karena aku menemukan faxebooknya dengan foto yang sama ketika aku melihatnya.

Seperti biasa aku berangkat lagi kesekolah, lalu aku berbincang-bincang dengan temanku yang rumahnya kami pakai untuk bekerja kelompok kemarin.

“vin, aku nemuin FB orang yang kemarin dong”

“ah, yang benar?, gmn lu bisa tau fbnya ?” ujar vina penasaran

“bisa dong, gua tulis nama aslinya di kotak searching”

“emang lu tau namanya?”

“hahaha, iya yah, gua lupa kasih tau, kalau orang itu ternyata teman SD gue”

“yang benar ? pantesan ajh dia ngeliatin lu terus”

“iya beneran, dia masih inget ga yah sama gua?”

“jiah, mana gue tau. Masih inget kali, secara dia ajh ngeliatin lu terus”

“semoga aja, soalnya waktu SD gua sering banget bareng ama tuh orang”

“wih, kalau itu beneran temen lu, ganteng juga yah. Hahah” sahut vina meledekku

“wah parah nih, apa  maksudnya? Emg lu doang yang bisa punya temen ganteng? Hahaha”

“hahaha, becanda dinda”

“oia, dulu gua suka bnaget ama tuh cowo, ampe sekarang juga masih suka, abis orangnya ganteng sih” ujarku

“yaudah, kalo bisa mah, bilang aja ama dia, lumayan kan kalo lu bisa pacaran sama dia” jawab Vina padaku

“ga mau ah, gua malu bilangnya” sahutku sedih

“capedeh, hahaha” jawabnya tertawa

Aku hanya bisa terdiam mendengar tawanya. Perkataannya membuatku berfikir banyak tentang pria itu. Ingin sekali aku memiliki pria itu, tapi aku malu.

 

3 minggu kemudian……

Setelah menemukan FB Reza. Setiap hari aku selalu melihat postingannya di FB. Keesokan harinya, aku tidak percaya karena pria itu berpacaran dengan wanita yang ternyata juga  temanku di SMP waktu kelas VII. Hal itu membuat ku tidak percaya, sekaligus patah hati. Aku menghentikan penglihatanku terhadap layar laptop, karna kekecewaanku dan sakit hatiku. Aku mencoba memendam rasa ini, karena aku tahu bahwa apa yang di lakuakn pria itu tidaklah salah.

aku tidak dapat memendam perasaanku, dan akhirnya aku menceritakan ini semua kepada teman dekatku yang dulu juga satu SMP denganku.

“eh, Rina. Tau ga, masa si Reza udh punya pacar sekarang” ujarku mengagetkan

“hah? Serius lu ?” jawab Rina terkejut

“iya benar, kemarin gua liat di Fbnya”

Untuk meyakinkan temanku itu, aku membuka laptop dan menunjukan profil FB pria itu. Aku buka semua foto-fotonya dan semua coment-comentnya bersama dengan wanita yang menjadi pacarnya tersebut.

“ini cewenya?” tanya Rina

“iya, dia temen SMP gua di kelas VII, lu juga pasti kenal, namanya Rizka”

“Oh, dia ? Rizka yang tomboy itu ?”

“iyah”

“dih, jauh beda banget itu mukanya”

“maksudnya?” tanyaku bingung

“cowonya terlalu ganteng buat cewe itu. Haha”

“ish, dia mah malah bercanda” jawabku sinis

“ya udah ga usah dipikirin, lagian lu juga kan udah punya pacar”

“iya sih, tapi kan gua udah lama suka sama dia” jawabku sedih

“seandainya dari dulu lu bilang sama dia tentang perasaan lu, mungkin ga akan begini jadinya” sahut Rina menghiburku

“ya kan gua malu. Lagian juga si Reza udah ga pernah ngomong apa-apa ama gua”

“tapi kan siapa tau ajh, waktu lu bilang suka sama dia, dia juga suka sama lu”

“hemm, gua ga mikir kesitu” jawabku menyesal

“ga usah dipusingin” sahutnya

Aku pun mengerti keadaan yang harus kuterima. Aku akan berusaha melupakannya. Walaupun menurutku ini sangat sulit. Setelah kejadian itu, aku berharap suatu saat nanti Reza akan mengetahui isi hatiku dan juga menyatakan cinta nya untukku.

Aku tak pernah tau, apalagi yang akan terjadi nanti. Namun hati ini masih mampu menyimpan setiap inti kisah ini. Cerita yang terlalu manis untuk dibuang begitu saja, walaupun akhirnya sedikit menyakitkan.

Aku percaya Tuhan tak pernah menggariskan takdir untuk sebuah hal yang percuma. Dan terimakasih ini selalu terlantun untuk nya, karena tanpanya aku takkan pernah memiliki drama semanis ini. Dan itulah kisahku.

 

~THE END~

by : Adelisa Hutabarat (me)

3 thoughts on “Contoh Cerpen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s