INSOMNIA

INSOMNIA (Susah Tidur)

Hello guys, kali ini saya akan bagi-bagi informasi tentang insomnia. Ehm, sepertinya ini bukan hal yang asing lagi J, but saya tertarik untuk menjelaskan secara rinci tentang insomnia iniūüėÄ. Awalnya tidak pernah terpikir untuk mencari tahu tentang insomnia, tapi belakangan ini saya terkena virus insomnia, hihi. Loh ? kok virus ? salah dehūüėÄ. Tenang guys insomnia bukan berbentuk virus kok, jadi saya tidak bisa menulari anda¬† J. Oke kita masuk ke inti pembahasan. Sebelumnya kita bahas pengertian insomnia dulu yahhh.

Apa sih yang dimaksud dengan INSOMNIA ???

Hal yang berkaitan dengan insomnia sudah pasti tidur. Tidur merupakan hal yang bersifat individual, kebutuhan tidur yang berkualitas tiap orang berbeda-beda. Rata ‚Äď rata kebutuhan tidur orang dewasa antara 5- 8 jam perhari. Sedangkan pada anak-anak lebih lama lagi dan pada orang tua biasanya makin pendek. Salah satu ciri yang menandakan bahwa tidur yang kita alami adalah tidur yang berkualitas adalah rasa segar di pagi hari dan tidak mengantuk pada siang hari. Tidur terutama malam hari sangat penting untuk kesehatan tubuh dan tidak dapat digantikan oleh tidur pada waktu lain. Karena pada tidur malam hari metabolisme otak dapat diperbaiki, sel saraf teraktifasi sehingga meningkatkan daya ingat dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Nah, jika kamu adalah tipe orang yang susah tidur, berhati-hatilah dengan gejala insomnia. Insomnia atau susah tidur adalah keluhan atas berkurangnya waktu tidur dengan gejala-gejala kesulitan untuk tidur, terjaga dari tidur berulang kali dengan kesulitan tidur kembali, terjaga dari tidur terlalu dini atau tidur yang tidak menyegarkan sehingga penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun. Saat sebagian besar orang tidur terlelap untuk beristirahat setelah seharian beraktifitas, penderita insomnia tetap terjaga sepanjang malam. Akibatnya sangat menganggu saat beraktifitas dan merasakan kelelahan di keesokan harinya.

Insomnia menyebabkan kurang maksimalnya pemanfaatan waktu sepanjang hari sehingga menyebabkan turunnya produktivitas dan kualitas hidup, meningkatnya tingkat absensi di perkerjaan, mengurangi konsentrasi belajar disekolah maupun saat kuliah, kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikiatri seperti gangguan emosional, kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.

Rata-rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 ‚Äď 50% populasi mengalami insomnia. Insomnia sering dialami baik pada usia muda maupun usia lanjut. Namun dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur. Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.

Mungkin kita berfikir, susah tidur itu hal yang biasa. Tapi ternyata, banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang untuk bisa beristirahat. Semua obat penenang memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis, berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut. Akibat insomnia, banyak orang yang stres dan tanpa disadari bisa menyebabkan kematian.

Survei American Cancer Society pada 1,1 juta penduduk di Amerika, menemukan mereka yang tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Pada insomnia kronis tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Selain itu penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian. Mengerikan memang guys, oleh sebab itu dijaga baik-baik yah waktu tidur nya.

Penelitian Lianne Kurina University of Chicago mewawancarai 95 orang Amerika Serikat Selatan, rata-rata berusia 40 tahun, menemukan bahwa kesepian menjadi penyebab dominan dari insomnia. Di Indonesia, prevalensi insomnia di perkirakan 10 % dari total penduduk.

Banyak penderita insomnia tidak menyadari dirinya mengalalmi gangguan sulit tidur dan tidak mencari pertolongan medis untuk mengatasi msalah ini. Karena insomnia berdampak luas bagi kesehatan, maka penderita insomnia wajib mendapatkan penanganan dokter.

Okee sampai sini, udah mengerti yah guys apa yang dimaksud insomnia. Kalo gitu kita bahas kebagian yang lain.

Bagaimana klasifikasi yang bisa disebut dengan INSOMNIA ???

Insomnia itu sendiri dikelompokkan menjadi:

  1. Insomnia primer, yaitu insomnia menahun dengan sedikit atau sama sekali tidak berhubungan dengan berbagai stres maupun kejadian
  2. Insomnia sekunder, yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh nyeri, kecemasan, obat, depresi atau stres yang hebat.

Sedangkan berdasarkan lamanya, insomnia di kelompokkan menjadi :

  1. Transient insomnia bila berlangsung kurang seminggu.
  2. Insomnia jangka pendek bila berlangsung 1-4 minggu. Kedua jenis insomnia ini biasanya menyerang orang yang mengalami stres, berada di lingkungan yang ramai, perubahan temperatur ekstrim, masalah dengan jadwal tidur seperti yang terjadi saat jetlag maupun efek samping pengobatan.
  3. Insomnia kronis bila kesulitan tidur yang dialami hampir setiap malam selama 4 minggu atau lebih. Salah satu penyebab yang paling umum adalah depresi. Penyebab lainnya berupa radang sendi, gangguan ginjal, gagal jantung, sleep apnea, parkinson, dan hyperthyroidism. Namun demikian, insomnia kronis bisa juga disebabkan oleh faktor perilaku, termasuk penyalahgunaan kafein, alkohol, kerja lembur dan kegiatan malam hari lainnya dan stres kronis.

Baiklah, dari klasifikasi diatas kamu bisa lihat dan temukan kamu termasuk penderita insomnia yang seperti apa. Oke guys, kita tahu sebuah penyakit tidak akan datang ke tubuh kita tanpa sebab dan alas an apapun. Mari kita bahas bersama-sama.

 Apakah penyebab INSOMNIA ???

Insomnia bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala yang memiliki berbagai penyebab. Dibawah ini merupakan 18 penyebab INSOMNIA:

  1. Pola tidur yang tidak konsisten, terlalu sering bergadang (sehingga menjadi kebiasaan). Ataupun tidur siang terlalu lama.
  2. Banyak orang cenderung untuk terjaga sampai sangat larut dan bangun sangat terlambat pada hari libur, ini yang mengganggu pola tidur yg normal
  3. Makan makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur, minum dalam jumlah jumlah banyak setengah jam sebelum tidur.
  4. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses pencernaan sehingga akan mengalami kesulitan tidur.
  5. Lapar, terutama dilakukan pada mereka yang sedang diet
  6. Merokok.
  7. Nicotin adalah substansi yang bertanggung jawab terjadinya insomnia pada perokok, karena merangsang jantung berdetak lebih cepat, aliran darah ke otak terisi lebih cepat sehingga rasa lelah dan kantuk hilang.
  8. Berlebihan mengkonsumsi kafein seperti kopi
  9. Masalah kejiwaan (stress)
  10. Banyak orang membawa masalah pekerjaan, atau masalah keseharian ketika beranjak tidur. Problematika hidup, susah senang, masa depan dan penyesalan sering dibawa ke tempat tidur. Hal ini akan mempersulit tubuh merasakan rileks
  11. Obat-obatan tertentu
  12. Membawa dan terlalu memikirkan sebuah permasalahan
  13. Penggunaan alkohol yang berlebihan atau menonton film yang memicu adrenalin
  14. Kurang olahraga ataupun olahraga berat satu jam sebelum tidur
  15. Mandi air dingin dimalam hari
  16. Kebisingan atau cahaya yang berlebihan di ruang tidur
  17. Perubahan pola hidup seperti berubah-ubah jam kerja ( shift atau kerja gilir) terutama bekerja pada malam hari atau jet lag (terutama dari timur ke barat)
  18. Penyakit tertentu seperti batuk, migrain, stroke, penyakit Alzheimer

Kalo begitu apa Akibat / dampak dari INSOMNIA yahh ???

 

Jika  penyebabnya saja ada, sudah pasti akan ada dampaknya. Berikut ini merupakan 18 dampak dari insomnia. Simak yah guys J

  1. Menyebabkan penambahan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan dan bisa menjadi obesitas. Menurut studi tahun 2004, hampir 30 persen dari orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur 7 ‚Äď 9 jam sehari
  2. Daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga mudah sakit
  3. Rentan terserang kencing manis.. Penelitian Universitas Chicago menemukan terjadi gangguan pada proses metabolisme gula pada mereka yang tidur kurang dari 6 jam.
  4. Stres/ depresi meningkat. Studi universitas Chicago menemukan tidur kurang dari 7 jam dapat meningkatkan produksi kortisol (hormon stres) Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.. Sedangakan, Studi Universitas Pennsylvania 1997 melaporkan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, depresi dan kelelahan mental. Dalam studi tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan mengalami depresi.
  5. Meningkatkan rasa cemas dan gampang tersinggung
  6. Meningkatkan risiko kecelakaan di tempat kerja, Sebuah studi menunjukkan pekerja yang mengantuk berlebihan pada siang hari rentan terluka dan mengalami kecelakaan saat bekerja.
  7. Meningkatkan risiko kecelakaan lalulintas. Sebuah penelitian Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika menunjukkan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian selama setahun di AS.
  8. Dapat mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, pemecahan masalah dan pelupa. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien Jika tidak cukup tidur, maka tidak akan mampu mengingat apa yang dipelajari dan alami selama seharian dan memengaruhi penafsiran tentang peristiwa karena keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana.
  9. Memicu terjadinya serangan jantung, detak jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi dan stroke. Kurang tidur meningkatkan risiko dua kali lipat terkena kematian akibat serangan jantung.
  10. Antibodi menjadi lemah. Berdasarkan studi JAMA, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya
  11. Rentan terserang diabetes. Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago AS yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.
  12. Menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual baik pada pria maupun wanita. Studi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua pria yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.
  13. Memicu rasa gelisah. Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. √Ę‚ā¨ŇďTidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama, kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.
  14. Mempengaruhi kesehatan kulit, dan membuat tampak lebih tua. Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata karena tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.
  15. Berbagai rasa sakit bisa timbul. Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.
  16. Resiko kanker lebih tinggi. Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik.
  17. Meningkatkan risiko kematian. Dalam penelitian Whitehall ke-2, menemukan mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian.
  18. Faktor genetik yaitu fatal familial insomnia (FFI). Gangguan tersebut hanya dialami 40 keluarga di seluruh dunia. Akibatnya seseorang akan menderita panik, halusinasi, berkurangnya bobot tubuh, demensia. Biasanya FFI terjadi pada orang usia paruh baya dan berakhir dengan kematian pada kurun waktu satu atau dua tahun.

Menyedihkan bukan jika kita harus mengalami hal seperti yang diatas. Tenang guys, jangan khawatir. Saya punya IDE untuk PENGOBATANnya, dan juga TRIK untuk dapat TIDUR NYENYAK.

Cara Pengobatan

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.

Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.

Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.

TRIK or TIPS Tidur Nyenyak tanpa gangguan gejala INSOMNIA

  1. Melakukan olahraga teratur. Olah raga teratur dapat membantu masalah dengan tidur, karena sirkulasi darah dan kerja organ tubuh akan menjadi lebih baik. Olahraga yang cukup (tidak berlebihan) akan menyebabkan tubuh terutama otak akan menjadi rileks dan segar. Namun hindari olahraga menjelang waktu tidur.
  2. Yoga pada malam hari, juga akan menjernihkan pikiran
  3. Menghindari konsumsi kafein dan alkohol terutama menjelang waktu tidur. Kafein dipercaya dapat mencegah kantuk. Sebaiknya seorang pecandu kopi lebih baik mengkonsumsinya ketika pagi hari atau empat jam sebelum tidur.
  4. Perhatikan waktu makan malam. Makan terbaik ketika malam hari adalah empat jam sebelum waktu tidur. Jarak makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur justru akan meningkatkan metabolisme dan suhu tubuh, sehingga membuat tidur semakin sulit.
  5. Mandi dengan air hangat sebelum tidur
  6. Putar pelan lagu favorit, matikan lampu ruangan tidur dan tutup pintu kamar
  7. Berdoa dengan penuh rasa syukur.
  8. Jauhkan kamar tidur dengan televisi, majalah atau apapun yang mengganggu aktivitas tidur
  9. Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang tidak teratur akan menyebabkan jam biologis terganggu sehingga menyebabkan sulit tidur.
  10. Kompres kepala dan dahi dengan air dingin, penelitian dari University of Pittsburgh School of Medicine menemukan bahwa penderita insomnia tertidur lebih cepat.
  11. Meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan udara dingin ke muka, begitu darah yang lebih dingin dari pipi mengalir ke jantung dan otak akan menyebabkan tidur lebih nyenyak menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University
  12. Pada sebagian orang, tidur siang perlu dihindari karena akan membuat lebih sulit tertidur di malam hari.
  13. Jika tidak bisa tertidur, bangunlah dari tempat tidur, tinggalkan kamar dan bacalah bacaan yang ringan sampai merasa mengantuk. Usahakan setidaknya setengah jam untuk bersantai sebelum tidur
  14. Kenakan bahan katun yang longgar. Penggunaan kaus kaki saat tidur dapat mempermudah seseorang untuk tidur karena tubuh terasa lebih hangat
  15. Jika pikiran sedang sibuk memikirkan masalah tertentu, coba pikirkan momen – momen bahagia
  16. Menyetel suhu kamar senyaman mungkin ( tidak terlalu panas atau dingin)
  17. Meminimalisasi cahaya dan suara
  18. Diperlukan asupan gizi yang mengandung magnesium dan kalsium. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tidur tidak nyenyak. Konsumsi hormon melatonin dan vitamin B kompleks bermanfaat membuat tidur lebih nyenyak. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti, crackers, karena ternyata zat gizi tersebut dapat memacu pengeluaran serotin, yaitu suatu neurotransmitter otak yang merangsang rasa kantuk.
  19. Minum susu hangat tanpa gula 15 menit sebelum tidur, selain susu, teh herba seperti chamomile, lemom balm, passionflower dan sage .
  20. Makan lettuce karena mengandung subtansi yang mempercepat kantuk dan mengandung hyoscyarnin yang bersifat antikram. Makan malam hendaknya juga menyertakan kacang-kacangan, ikan atau daging ayam. Jenis-jenis itu kaya akan niasin (vitamin B3) yang membantu pengeluaran serotonin.
  21. Hindari makanan dengan bumbu menyengat, karbohidrat sederhana (gula, sirup), makanan berpengawet, makanan kaleng dan MSG
  22. Duduk di kursi nyaman dan celupkan kaki ke ember/baskom yang diisi air hangat hingga air mulai dingin.
  23. Konsumsi buah pisang sebagai cemilan di malam hari karena pisang mengandung kalium/potasium yang tinggi untuk membantu tidur lebih nyenyak.
  24. pijat refleksi sebelum tidur akan membantu otot hingga rilek

Banyak cara yang bisa kita lakukan guys. Pilihlah yang dapat kamu lakukan dengan enjoy, lebih baik menggunakan beberapa cara dalam sehari. Misalnya: olahraga pada pagi hari, lalu pulang kerja / kuliah / setelah beraktifitas rendam kaki sambil dipijat, setelah itu makan buah pisang, setel suara / music ataupun suara aliran air, dan tidur dehh J. Mudah bukan ? jika beberapa tips/trik diatas gagal, maka segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal utama yang harus dilakukan adalah tidak terlalu memikirkan sesuatu saat kita akan tidur, karna ini akan mengganggu jam tidur kita. INGAT, TIDUR NYENYAK, TUBUH SEHAT.

One thought on “INSOMNIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s