cara ber-jejaring sosial dengan baik

Hallo guys, kali ini saya mau berbagi artikel tentang social network lohh.. simak baik baik yaa.😉 Artikel ini saya dapat dari sebuah buku bulanan yang biasa saya baca setiap harinya. But saya pikir artikel ini sangat bermanfaat untuk dibagikan, apalagi sudah banyak pastinya diantara teman-teman yang memilik berbagai jejaring sosial, makanya saya coba untuk posting di blog saya ini🙂 , supaya aku dan kalian bisa menggunakan jejaring sosial dengan baik dan bermanfaat untuk diri sendiri juga orang lain tanpa merugikan siapapun. hehehe. Thanks to BUILD book (abbalove ministries monthly updates – April 2012)

Hei, anak muda…!!

Apa yang kamu tulis di status Facebook kamu hari ini ? bagaimana bunyi tweet terbaru kamu di Twitter ? apa status Blackberry Messenger (BBM) atau Yahoo Messenger (YM) atau Whatsapp kamu saat ini ? ada kalimat bijak mengatakan “Apa yang keluar dari mulutmu (dan di media jejaring sosial, kalau konteks jaman sekarang) meluap dari hati”. Jadi apa yang tertulis itu menunjukkan kualitas pribadi dan apa yang mengisi hati kita, lho.🙂

Sekarang ini, sepertinya nggak ada anak muda yang nggak punya akun di dunia maya: setidaknya Facebook, Twitter, BBM, YM atau Whatsapp. Kecanggihan teknologi terus menelurkan gadget-gadget terbaru dalam hitungan hari dan minggu, yang masing-masingnya berlomba lomba untuk merayu hasrat kita untuk menjadi yang terdepan. Dan oleh gadget-gadget inilah, kita jadi bisa bergaul diberbagai jejaring sosial setiap saat. Di dunia maya ini, kita jadi “dekat” dengan orang-orang yang tadinya jauh dari kita, lewat berbagai status atau tweet mereka. Segala informasi pun gampang didapat dengan cepat, syukur kepada Google.😉

Sayangnya, berbagai hal positif tadi datang bergandengan tangan dengan hal-hal yang negative. Berbagai luapan emosi yang memicu reaksi-reaksi tajam, foto-foto profil atau wall dengan pose-pose yang mengundang komentar “miring”, ataupun ratapan-ratapan “curcol” (curhat colongan) yang seolah-olah menampilkan si “pen-curhat” sebagai orang yang termalang didunia, sering kali kita lihat ini sehari-hari di akun-akun kita di media jejaring sosial.

Atau yang lebih simple “Agenda Harian” salah satu teman kita yang senantiasa memenuhi wall atau timeline kita dengan berbagai detail kegiatan dia. Contohnya saja: “mau mandi dulu nih, mumpung panas cuacanya, pasti seger deh…” , “otw meeting dulu di Hotel The Sultan..aseekkk, klien gede neehh…” , “ban motor kesayangan bocor nih, dasar paku sialan… jadi telat deh jemput pacar baruqu… maaf ya, sayang…” , dsb…dsb.

Atau yang bikin kening berkerut karna bingung mengartikan rangkaian huruf-huruf “dewa” dan ejaan yang nggak wajar: “qw T@k s6k4 qm j4@t gtww… … ili1hhh swBeLlllLLL… …” , “uwwwhhh bsk dh midtes..cmunguuuudddhhhhhhh… …!!!”. Gimana ? biasa terganggu dengan hal-hal ini ? hehehe…

Sebenarnya namanya juga media jejaring sosial, media-media ini diciptakan untuk berjejaring dan bersosialisasi di dunia maya. Bukan untuk memajang foto-foto “syur”, bukan untuk meluapkan emosi negatif, bukan untuk meratapi diri, bukan untuk mencatat jadwal kegiatan, dan tentunya bukan untuk menggantikan keberadaan diri kita di dunia nyata.

Jadi, supaya perilaku kita di media-media jejaring sosial ini tetap tidak mengganggu kenyamanan maupun keamanan diri sendiri dan orang lain, berikut adalah beberapa tips buat anak muda seperti kita: (psst… Tips ini juga berguna buat mereka yang sudah bukan anak muda, kok…😉 )

YANG HARUS DILAKUKAN (Do’s) :

þ Berbagi maupun mencari informasi, tips, atau rekomendasi.

 

Ini salah satu manfaat jejaring sosial yang asik banget. Kalau dulu kita butuh waktu yang lama untuk mencari info, sekarang karna ada media jejaring sosial, semuanya hanya perlu di klik dan di ketik. Dalam waktu singkat, informasi yang kita butuhkan sudah tersedia di depan mata, deh..

 

 

þ Berhubungan lagi dengan teman-teman lama.

Apa kabar si anu ? Eh, ternyata si itu , yang dulu teman karib kita semasa SD, sekarang tinggalnya dekat loh.. Nah, kabar-kabar semacam ini, bahkan berbagai undangan reuni, akan kita dapatkan ketika kita berhasil menemukan teman-teman lama di media jejaring sosial. Nikmatilah tersambungnya lagi hubungan-hubungan lama ini, asal jangan jadi mengabaikan hubungan-hubungan lain yang sedang kita jalani juga, ya.. Jangan sampai, media jejaring sosial mendekatkan yang jauh, tapi juga menjauhkan yang dekat..🙂

þ Ketahui, dan atur “Privacy Setting” akun.

Jaman sekarang, hamper segala hal bias terjadi di dunia maya. Foto yang kita “upload” di Facebook misalnya, bias jadi diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau memang berniat tidak baik, lalu direkayasa menjadi (seolah-olah) foto porno. Atau informasi data pribadi yang kita cantumkan di profil akun kita, diambil untuk membajak akun kita. Karna itu sebelum menggunakan sebuah akun, pahami dulu “privacy setting”nya dan atur sesuai kebutuhan kita. “Share” info-info yang betul-betul aman saja.

þ Berbagi pencerahan pembelajaran pribadi.

 

Gimana rasanya membaca status atau tweet yang bermutu dan bikin kita mendadak “tercerahkan” tentang suatu hal ? Luar biasa, kan ? Nah, kalau kita sendiri punya inspirasi atau pencerahan atau pembelajaran pribadi, ayo “share” di akun kita. Tentunya, jangan dengan kata-kata yang menyinggung pihak-pihak tertentu ya..

 

 

þ Meraup penghasilan tambahan.

 

Dengan jejaring yang terhubung di akun kita, kita bisa berjualan barang maupun jasa dan mendapatkan penghasilan tambahan, lho. Hanya, ini harus dilakukan dengan etis yah.. Jangan sampai orang lain terganggu karna kita seenaknya “tag” akun mereka ke foto-foto barang dagangan kita atau kita membombardir akun mereka dengan tawaran-tawaran yang tidak berkesudahan. Jadi segala sesuatunya harus diperhatikan guys J

 

YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN (Dont’s) :

  •  Meluapkan kemarahan, terutama yang spesifik ke pihak tertentu.  Percayalah, ini tidak ada gunanya. Pertama-tama belum tentu si pihak tertuju akan sadar tentang kemarahan kita. Selain itu, bisa jadi yang sadar malah pihak lain. Lagipula lebih baik menyelesaikan konflik secara langsung ke pihak yang bersangkutan, bukan lewat sindiran-sindiran (di media jejaring sosial) seperti ini.
  • Memberi komentar yang “tidak berguna” di tengah-tengah situasi yang “tidak ok”. Itu namanya memperkeruh suasana. Jangan pernah libatkan diri di tengah-tengah situasi yang terlanjur “panas”, karena semuanya akan menjadi lebih kisruh. Diam saja lebih baik, atau kalau memang harus, hanya berikan komentar yang netral. Jangan beri komentar yang “tidak berguna”, seperti memihak, menyalahkan, memanas-manasi, atau sejenisnya.

 

  • Asal cari teman.  Jumlah “teman” yang terhubung dengan akun kita tidak serta-merta menentukan tingkat popularitas kita atau menunjukkan seberapa orang-orang menyukai pribadi kita, lho. Salah-salah, ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab dibalik akun-akun “teman” itu. Inilah yang biasanya bisa menjadi kasus-kasus penipuan lewat internet atau bahkan pelecehan seksual. Jadi, mulai sekarang jangan asal cari “teman” ya.. Pastikan akun-akun itu memang “layak” terhubungan dengan akun kita, baru jadikan dia “teman”.
  • “Memancing” komentar/ reaksi yang bukan-bukan. Memang asyik rasanya melihat deretan komentar atau “like” atau “retweet” memenuhi akun kita. Serasa kita sangat popular.. Tapi kadang jadi “menghalalkan segala cara” demi hal ini terjadi. Misalnya: memajang foto berdua dengan seseorang dalam pose “mesra” (supaya dikira punya pacar, padahal orang itu adalah kakak/adik kita sendiri), menulis status/tweet bahwa kita sedang membutuhkan info tentang jadwal kelas kuliah (supaya disangka sudah akan kuliah, padahal kita sedang mencari info itu untuk teman kita yang memang membutuhkannya), dll. Jangan lakukan hal-hal begini, karena ini hanya akan menimbulkan asumsi-asumsi yang belum tentu benar mengenai diri kita sendiri. Pada akhirnya kita sendiri yang rugi.
  • Memindahkan hal-hal pribadi ke forum umum.  Yang terakhir dan mungkin terpenting, jangan pertontonkan hal-hal yang terlalu pribadi di forum yang umum. Yang termasuk hal-hal yang pribadi adalah agenda kegiatan kita jam ke jam dan menit ke menit, perubahan mood/perasaan kita setiap waktu, menu makanan kita dan tempat kita makan selama 3 kali sehari dan 7 hari seminggu, dll yang serupa. Maksudnya, coba pikirkan, tidak seorangpun diantara kita yang menyukai orang yang SELALU membicarakan SEGALA HAL mengenai DIRINYA SENDIRI bukan ? sederhana saja, ini mengganggu.

 

Nah, bagaimana sekarang, siap bergaul sehat di media jejaring sosial ?

Ingat! Apa yang keluar lewat akunmu, itu menunjukkan kualitas pribadi dan isi hatimu!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s