Sumber-sumber inspirasi menulis

hari  ini saya mencoba mengurai sumber-sumber inspirasi menulis. Adapun tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk membakar semangat Anda agar produktif dalam menulis. Anda akan bersemangat menulis jika Anda memiliki inspirasi. Dan menurut saya, sumber inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Nah, Anda mau tahu, delapan sumber inspirasi menulis menurut saya? Cekidot, cekidot!

1. Pengamatan. Terkadang saya mengamati hal sampai sedetil-detilnya, mengingatnya dalam pikiran mengenai hal-hal yang aneh dan jarang diperhatikan orang. Ini gaya tulisan yang saya suka, karena saya merasa bisa masuk ke dalam ruang dan waktu di mana saya berada pada tempat tersebut.

Menurut ahli bahasa, jenis tulisan ini adalah tulisan deskriptif. Satu contoh, saya akan mendeskripsikan hasil pengamatan tentang seorang wanita Bangladesh ketika saya sedang bertugas di Dhaka.

Wanita itu memakai anting-anting di hidung dan di kedua telinga. Ia berbaju dan berselendang merah. Rambutnya habis di-blow dari salon. Kulitnya hitam eksotis. Matanya bulat seperti bola pingpong yang sedang ingin dipukul. Sepatunya hitam hak tinggi setinggi botol minuman air mineral kemasan 250ml.

Beberapa menit kemudian, wanita itu berjalan menghampiri mobil Toyota mirip kijang dan ber-plat nomor aksara Bangla yang saya sendiri tidak tahu bagaimana cara bacanya. Di mobil itu ada seorang lelaki yang saya duga sebagai sopir pribadinya bersiap memegang kendali membawa sang wanita bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain.

2. Foto. Ada yang bilang satu gambar bisa mengungkapkan seribu kata. Saya setuju. Saya pikir dari sebuah foto, saya bisa mengarang cerita dengan sesuka hati.

3. Membaca Buku/Koran/Majalah/situs berita/forum. Dengan membaca, Anda bisa menemukan inspirasi tulisan baru. Pilihlah bahan bacaan kesukaan Anda tentunya.

4. Lagu. Dari sebuah lagu Anda bisa mendalami isi lagu itu dan menuliskannya ke dalam paragraf.

5. Jalan-jalan. Inspirasi kelima ini ada hubungannya dengan inspirasi nomor 1 dan 2. Jika Anda suka jalan-jalan, pastikan Anda juga mengamati dan memotret objek-objek pemandangan agar bisa jadi bahan tulisan.

6. Pengalaman pribadi. Hmm… ini saya harus hati-hati. Pengalaman pribadi ada yang layak dibagi ada yang tidak. Kalau semua pengalaman pribadi diceritakan, tidak ada lagi yang namanya pribadi, dong. Bahasa Inggrisnya saja “private”… he he. Saya cenderung bergairah menulis ketika mengalami pengalaman pribadi yang lucu dan konyol, seperti kejadian matinya shower ketika mandi pakai sabun, masih ada busa2 sabun menempel di badan sebelum sempat dibilas.

7. Sejarah. Terus terang saya suka sejarah. Menurut saya sejarah itu sangat menarik untuk dipelajari dan disimak. Karena dari sejarah Anda bisa belajar dari kesalahan, kekurangan, bahkan kelebihan masa lalu. Tergantung kita, mau mengulangi sejarah yang mana.

8. Ngobrol, Denger, Rasa. Ngobrollah dengan orang yang bisa dipercaya sebagai nara sumber untuk bahan tulisan Anda. Dengarkan baik-baik obrolannya. Kalau perlu rasakan setiap ceritanya.

Jangan plagiat lagi, ya. Selamat menulis.

by : http://arikuncoro.com/delapan-sumber-inspirasi-menulis/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s