suku betawi

Page

Suku Betawi merupakan perpaduan dari beberapa etnis yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti: etnis Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa. Dari beberapa suku-suku tersebut kemudian terjadi perkawinan silang antar suku dan munculah suku betawi yang mendiami daerah Jakarta dan sekitarnya.

Ada suku yang sangat unik, metropolis, mengenal budaya kota jauh lebih dulu ketimbang New York yang urban, suku itu adalah suku Betawi, bagi kita yang tinggal di Jakarta suku betawi sesungguhnya tidak asing bahkan menjadi bagian budaya dari orang- orang yang lahir dan besar di Jakarta.

1.1 SISTEM MATA PENCAHARIAN

Mata pencaharian orang Betawi bisa dibedakan. Antara lain sebagai berikut :

  •  Mereka yang berada di tengah kota menunjukkan mata pencaharian yang bervariasi, misalnya sebagai pedagang, pegawai pemerintah, pegawai swasta, buruh, tukang seperti membuat meubel.
  •  Mereka yang berada di daerah pinggiran hidup sebagai petani sawah, buah-buahan, pedagang kecil, memelihara ikan, dan sekarang di antara mereka banyak yang menjadi buruh pabrik, guru, dan lain-lain.

1.2 SISTEM IPTEK

Pada umumnya banyak yang beranggapan bahwa Orang Betawi itu malas bekerja, berebut warisan, sering berkelahi, dan lain-lain. Sehingga mereka dibilang “Ngontrak di Tanah Sendiri”.

Sebenarnya banyak orang- orang Betawi yang sudah sangat maju dalam hal pendidikan dan cara berpikir karena tersentuh modernisasi oleh karena itu  mereka mempunyai visi yang jelas, tujuan hidup yang pasti dan berpendidikan.

Sayangnya, citra orang Betawi yang terus-menerus ditampilkan di layar televisi adalah orang Betawi yang malas bekerja, berebut warisan, berkelahi dengan keluarga, kalaupun sekolah sifatnya mengaji gaya kampung. Karena pada umumnya mereka masih mempunyai sikap yang sama dengan pendahulunya, seperti tidak kemaruk pangkat, tidak mempunyai ambisi yang terlalu tinggi, hidup bagaikan mengikuti aliran air atau ke mana angin berembus.

1.3 SISTEM KEKERABATAN  MASYARAKAT

Dalam penarikan garis keturunan, mereka mengikuti prinsip bilineal, artinya menarik garis keturunan kepada pihak ayah dan pihak ibu.

Adat menetap nikah sangat tergantung kepada perjanjian kedua pihak sebelum perpisahan berlangsung. Ada yang menetap secara patrilokal maupun matrilokal

Masyarakat Betawi atau Jakarta asli dalam hal susunan masyarakat dan sistem kekerabatanya, pada umumnya menganut sistem patrilineal

1.4 SISTEM PERALATAN HIDUP

Betawi memiliki perkembangan yang bisa dikatakan paling pesat dari semua daerah yang tersebar di Indonesia. Begitu juga dengan pesatnya perkembangan teknologi yang dialami di Jakarta.

Teknologi Suku Betawi didatangkan dari negara asing, seperti senjata api, kapal laut, kompas, teropong, peralatan pabrik dan bercocok tanam, dan lain sebagainya.

Masyarakat Betawi banyak mengadaptasi perkembangan peralatan teknologi yang di buat di Jepang. Sayang untuk dikatakan, tetapi masyarakat Betawi merupakan konsumen yang memiliki sifat ‘konsumtif’ yang secara langsungmempengaruhi negara kita.

1.5 SISTEM BAHASA

Bahasa Betawi merupakan bahasa sehari-hari suku asli ibu kota negara Indonesia yaitu Jakarta. Bahasa ini mempunyai banyak kesamaan dengan Bahasa resmi Indonesia yaitu Bahasa Indonesia.

Bahasa Betawi merupakan salah satu anak Bahasa Melayu, banyak istilah Melayu Sumatra ataupun Melayu Malaysia yang digunakan dalam Bahasa Betawi, seperti kata “niari” untuk hari ini.

Ciri khas Bahasa Betawi adalah mengubah akhiran “A” menjadi “E”. sebagai contoh, Siape, Dimane, Ade Ape, Kenape.

1.6 SISTEM KESENIAN

Suku Betawi memiliki banyak kesenian yaitu :

* Tari Betawi

 

 

 

* Musik betawi

* Ondel-ondel

* Cerita rakyat

* Lenong

1.7  SISTEM RELIGI

Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali.

Menurut H. Mahbub Djunaidi kebudayaan betawi sebagai suatu subkultur hampir tidak bisa dipisahkan dengan agama Islam. Agama Islam sangat mengakar dalam kebudayaan Betawi terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat betawi dalam menjalani kehidupan.

UPACARA PERKAWINAN

Upacara perkawinan adat Betawi ditandai dengan serangkaian prosesi. Didahului masa perkenalan melalui Mak Comblang. Dilanjutkan lamaran. Pingitan. Upacara siraman. Prosesi potong cantung atau ngerik bulu kalong dengan uang logam yang diapit lalu digunting. Malam pacar, mempelai memerahkan kuku kaki dan kuku tangannya dengan pacar.

Puncak adat Betawi adalah Akad nikah. Mempelai wanita memakai baju kurung dengan teratai dan selendang sarung songket. Kepala mempelai wanita dihias sanggul sawi asing serta kembang goyang sebanyak 5 buah, serta hiasan sepasang burung Hong. Dahi mempelai wanita diberi tanda merah berupa bulan sabit menandakan masih gadis saat menikah. Mempelai pria memakai jas Rebet, kain sarung plakat, Hem, Jas, serta kopiah. Ditambah baju Gamis berupa Jubah Arab yang dipakai saat resepsi dimulai.

13 thoughts on “suku betawi

  1. Nyamuk kebon

    Ada tambahan,kalo di daerah gw di Pulogadung pedurenan ,orang2’y cenderung memakai bahasa betawi dengan pelafalan huruf belakang A seperti ain dalam bhsa arab..
    Misal’y Kenapa’ , kagak’ , Apa’ ,.
    Lestarikan budaya betawi.. Walaupun gw masih ada darah sunda dan jawa’y tapi gw lebih seneng dipanggil orang betawi karna nenek n bokap gw orang betawi..

  2. Pencari TUHAN

    Gimana ya..??? MemaNg bnyk jg si yg malas,,maunya nongkrong hasil gede..
    Namun bnyk jg yg baik kok.. Buktinya banyk pendatang yg betah di bumi betawi,, kalo orng betawi ga baik mestinya ga pd betah di JKT.. Atau memang terpaksa / mau ga mau???

  3. randy setiono

    orang betawi cuman ngandelin rumah kontrakan doang males kerja, sifat iri tinggi terhadap pendatang!!!!! kalo gak ada pendatang mau makan tanah loe, mau bergaul hanya dengan sesama orang betawi itu fakta di lapangan baik kaum tua maupun muda, gampang tersinggung, lama2 kaum betawi terpinggirkan ke luar jakarta karena hobi jual tanah warisan.

  4. Fandy Adam

    saya orang betawi asli, mao nanggepin tentang yg pada bilang kalo org betawi males, mungkin itu ada benernya tuman itu hanya sebagian dan ngga menyeluruh bagi semua org betawi. perlu diketahui, ga sedikit juga org betawi yg maju pemikirannya dan direalisasikan di hidupnya, di bidang pendidikan, usaha, dll. kalo mau contoh, encing saya anaknya ada yg kuliah di UI arsitek ada yg dokter, ada lagi temen saya maen bola dulu waktu kecil, eh sekarang kuliah di ITB, banyak lagi dah contohnya, itu cuma sebagian kecil. nyai saya tanahnya banyak, pesennya ke cucunya kaga suruh jual tanah tuh, tapi disuruh jadi org yg soleh, bener, pinter. kebetulan saya kuliah di Bandung, di lingkungan urang sunda, ga jauh beda, ada org yg pinter bgt, ada yg taat ama org tuanya, ada yg bangor kerjaannya ngayab mulu, ada yg males, ada yg rajin kerja gigih, dll. jadi sifat manusia itu bukan merujuk pada etnis atau golongan tertentu, tapi pada individunya, rasanya salah jika kita memakai generalisasi seperti “orang betawi cuman ngandelin rumah kontrakan doang males kerja”, karena malas merupakan sifat manusia ada di individu manusia, bukan suku tertentu.

  5. Sebenarnya banyak orang- orang Betawi yang sudah sangat maju dalam hal pendidikan dan cara berpikir karena tersentuh modernisasi oleh karena itu mereka mempunyai visi yang jelas, tujuan hidup yang pasti dan berpendidikan.

    Sayangnya, citra orang Betawi yang terus-menerus ditampilkan di layar televisi adalah orang Betawi yang malas bekerja, berebut warisan, berkelahi dengan keluarga, kalaupun sekolah sifatnya mengaji gaya kampung. Karena pada umumnya mereka masih mempunyai sikap yang sama dengan pendahulunya, seperti tidak kemaruk pangkat, tidak mempunyai ambisi yang terlalu tinggi, hidup bagaikan mengikuti aliran air atau ke mana angin berembus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s